Atlet yang Hengkang Diidentifikasi Masalahnya

Tidak ada komentar 650 views
Wakil Ketua Bidang Hukum KONI Riau, Medizon Dahlan

Wakil Ketua Bidang Hukum KONI Riau, Medizon Dahlan

 

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau melalui Bidang Hukum melakukan identifikasi persoalan dan permasalahan atlet yang hengkang ke Provinsi lain. Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Hukum KONI Riau, Medizon Dahlan, Kamis, 3 April 2004, di KONI Riau. Menurutnya ini merupakan langkah yang diambil KONI Riau setelah melakukan rapat koordinasi dengan Pengurus cabang olahraga Provinsi beberapa hari yang lalu berkaitan dengan banyak atlet yang hengkang ke luar Riau.

“Sesuai dengan arahan dari Ketua Umum kami ditugaskan untuk mengidentifikasi persoaln-persoalan isu hengkangnya atlet ke provinsi lain. Kenapa kita katakan isu, karena kongkritnya itu harus ada surat dan data yang jelas,” katanya.

Setelah dilakukan identifikasi permasalahannya akan diarahkan seperti apa tahapan penyelesain persoalan-persoalan atlet ini. “Contoh I Gede Siman. Katanya sudah ada kontrak dengan provinsi lain. Otentiknya kami lihat dan kita pelajari historis kontrak awalnya seperti apa. Kemudian yang kami sayangkan juga karena ada sebagian cabor yang mengontrak atletnya keteranganya hanya sebatas PON 2012 lalu hal ini juga yang harus kami pelajari lagi,” paparnya.

Menurutnya banyak alasan dan ragam persoalan yang membuat atlet-atlet ini hengkang. Namun, demikian KONI Riau tetap komitemen untuk menyelesaikan persoalan ini terutama kembali menarik atlet-atlet berprestasi. “Kemudian ada kepindahan atlet ini karena peningkatan kesejahtaraan. Contoh, masalah PNS. Atlet ini mau tetap di Riau tapi harus PNS. Nah, hal-hal seperti ini akan kami carikan solusi sebatas kemampuan KONI . Kalau arahan Ketum tetap coba pertahankan,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan pria yang juga menjabat sebagai Sekertaris Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (Pelti) Riau ini tidak semua atlet akan dipertahankan. Terutama yang memang sudah tidak memungkinkan untuk meraih prestasi lagi.

“Namun, ada juga atlet yang menggertak kita. Artinya, dia ini sudah tidak berprestasi lagi karena batas usia. Kalau hal-hal seperti ini tidak bisa kita pertahankan. Tiga persoalan inilah yang akan kami coba selesaikan, kita rembuk lagi,” tambahnya.

Sementara itu, atlet-atlet yang sampai saat ini dikabarkan pindah ke provinsi lain seperti, Dimas Satrio (aeromodeling), Fatma Wati, Rynaldi (angkat besi), Rizki Aprinaldo (angkat berat), I Gede Darma Susila (binaraga), I Gede Siman Sudartawa dan Denis Tiwa (Renang), Anang Yulianto (menembak) dan sejumlah atlet lainya. (p-7)