Dikukuhkan, Pengurus KONI Riau Diminta Fokus

Tidak ada komentar 142 views
Pengukuhan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau priode 2014-2018

Pengukuhan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau priode 2014-2018

 

Setelah dikukuhkan oleh Ketua KONI Pusat Mayjen (Purn) Tono Suratman, para pengurus KONI Riau diminta fokus dalam membina dan melahirkan atlet berprestasi di masa depan.

 

Kabinet Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau priode 2014-2018 yang dinahkodai Emrizal Pakis, Rabu pagi, 12 Februari 2014, resmi dilantik dan dikukuhkan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, oleh Ketua Umum KONI Pusat, Mayjen (Purn) Tono Suratman. Dalam kesempatan ini tampak dihadiri Pejabat Gubenrur Riau yag diwakili Asisten III Setdaprov Riau, Hardi, Plt Ketua Umum KONI Riau periode sebelumnya, Yuherman Yusuf, seluruh pengurus dan undangan.

Tono Suratman berpesan agar KONI Riau yang yang baru ini bisa menjalankan roda organisasi dengan solid. Jadi, bukan saja ketua yang bertanggung jawab tapi semua pengurus ikut bersama-bersama membangun olahraga untuk mengedepankan prestasi. “Menjadi pengurus itu juga harus menjadi pemimpin. Kalu pengurus menjadi pemimpin dengan sendirinya roda organisasi itu akan menjadi kuat. Jadi, seluruh pengurus yang dikukuhkan tadi harus benar-benar mampu membawa KONI lebih baik. Jadi, harus menjadi pengurus yang solid,” paparnya.

Beberapa waktu ke depan Pekan Olahraga Nasional (PON) akan digelar 2016 mendatang di Jawa Barat. KONI Riau yang baru dilantik ini dituntut mempertahankan prestasinya. Untuk mencapai prestasi tersebut, menurut Tono, memang tidak mudah. Perlu pembinaan atlet yang terarah, terukur, berkesinambungan, berkompetisi, dan berjenjang. “Dan siapun yang melakukan persiapan ini memang tidak mudah. Perlu dukunganya dari pilar-pilar. Diantarnya pilar kebijakan, kelembagaan, sarana, dan anggaran,” lanjutnya.

Ke depan, Tono percaya KONI Riau pimpinan Emrizal Pakis mampu menjadi tim yang solid dan memiliki patriotisme olahraga yang kuat sehingga Riau mampu membangun dunia olahraga. “Saya percaya dengan kepaduan yang kuat dengan menjiwai patriotisme olahraga yang kuat, pasti mampu membina prestasi atlet Riau dan menjadikan Riau salah satu sentra atlet terbesar di Indonesia untuk memperkuat negara di berbagai iven internasional,” jelas Tono lagi.

Ketua Umum KONI Riau, Emrizal Pakis, menyatakan kesiapanya untuk mengemban amanah sebagai ketua induk organisasi dengan mengedepankan prestasi. Menurut Emrizal, untuk mencapi prestasi yang dimaksud perlu adanya kerja sama dan kekompakan. “Untuk mencapai perestasi perlu kita bergandeng tangan bersama-sama seluruh insan olahraga mulai dari pengurus KONI Riau, KONI Kabupaten dan Kota, pengprov cabor, pemerintah, dan seluruh insan olahraga. KONI tidak akan mampu melakukannya sendiri,” jelasnya.

Menurut mantan Aisisten II Setdaprov ini, ke depan kemitraan dengan perusahan-perusahan yang ada di Riau juga sangat diharapkana dalam membangun prestasi olahraga di Bumi Lancang Kuning ini. “Kemitraan dengan perusahan-perusahaan yang ada di Riau ini juga sangat kita harapkan. Seperti halnya PON 2012 kerja sama seperti dengan Chevron, PTPN V, RAPP, Indah Kiat dan perusahan lain sudah menbantu. Dan kemitraan ini ke depan sangat kita harapkan untuk membangun dunia olahraga di Riau,” harapnya.

Karena Emrizal berharap bukan saja KONI, pengprov cabor dan pemerintah, untuk membangun marwah olahraga perlu kerja sama semua elemen. Dirinya akan fokus pada pembinaan olahraga usia dini, dan menghibau agar seluruh pelaku olahraga untuk bersama-sama menjalin kerja sama yang baik. “Karena di sini bukan mencari masalah tapi menyelesaikan masalah. Jadi menyelesaikan persoalan-persoalan dan kemudian membangun prestasi. Begitu juga pengurus cabang olahraga kita menjalin kerja sama yang kuat. Kita juga mengajak Dispora, Disdik, KONI Kabupaten/ Kota, dll. Jadi, lini-lini pembinaan prestasi akan kita manfaatkan seoptimal mungkin,” jelasnya lagi.

Emrizal menekankan, prestasi yang diraih Riau di PON 2012 lalu harus dipertahankan di Jawa Barat 2016. Dia sadar, memang sangat berat, tetapi dengan bekerja keras dan semua elemen saling mendukung, semuanya akan bisa dicapai. (p-7)