Grup B Rusuh, Kampar Pastikan Lolos Babak Kedua

Tidak ada komentar 437 views

Logo-Maskot-Proprov-VIII-Inhil-Riau

KESEBELASAN Kabupaten Kampar memastikan diri lolos kebabak kedua putaran pada cabang olahraga sepak bola Pekan Olahraga Provinsi ke VIII Riau Tahun 2014 (Porprov VIII Riau 2014). Kepastian lolos tersebut didapat tim Bumi Sarimadu ini, setelah pada pertandingan kedua yang dilangsung dilapangan Lirik, berhasil mengalahkan Siak 3-2.

Kemenangan ini mambawa Kampar tetap kokoh pada peringkat pertama grup A dengan nilai 6. Sementara Siak masih harus berjuang pada pertandingan ketiga menghadapi Pelalawan. Sementara pertandingan pada grup A lainnya, Dumai menghadapi Pelalawan, bermain imbang 2-2.

Dengan nilai yang dikumpulkan, Kampar sudah tidak dapat terkejar lagi dan memastika diri sebagai juara grup A, meskipun harus kalah pada pertandingan terakhir menghadapi Dumai.

Sementara Siak, Dumai dan Pelalawan, harus menang pada pertandingan terakhir grup. Namun peluang terbesar adalah Dumai, yang sudah mengumpulkan nilai 2, dari dua pertandingan seri yang di peroleh Kota Pelabuhan tersebut, dengan catatan mereka menang pada pertandingan menghadapi juara Porda Riau di Inhil 2011 tersebut.

Selain itu, Dumai bisa lolos dengan hasil seri, jika Pelalawan dan Siak, juga berakhir dengan seri. Namun jika Dumai kalah dan Pelalawan menghadapi Siak berakhir seri, maka tim yang lolos, karena sama-sama mengoleksi nilai 2, akan ditentukan dengan sistem heat to head (rekor pertemuan tim tersebut), setelah itu baru akan dilihat selisih gol.

Sementara itu pada pertemuan grup C yang berlangsung di stadion mini Garuda Air Molek, tuan rumah Inhu, ditahan imbang Kepulauan Meranti 2-2. Dua gol yang dipersembahkan tuan gelandang tuan rumah, Riki Salehudin selamatkan Bumi Sejuta Sungkai ini dari kekalahan.

Beda halnya dengan pertandingan yang berlangsung pada grup B. Pertandingan yang dilangsung di lapangan blok A Seberida ini, antara Pekanbaru menghadapi Inhil, berlangsung dengan emosional yang tinggi. Hingga pada akhirnya menit 63, penjaga gawang Inhil yang sudah menguasai bola, diduga menendang bomber dari Pekanbaru, sehingga wasit menhadiahi Pekanbaru dengan tendangan pinalti.

Inhil yang saat itu, unggul 1-0 atas Pekanbaru, tidak terima dengan pinalti tersebut. Spontan 11 pemainnya keluar dari lapangan dan menolak melanjutkan pertandingan.

Tidak itu saja, sporter Inhil langsung mengejar wasit yang dipimpin oleh Anton. Kontan kejar mengejar terjadi, beruntung petugas keamanan dan masyarakat dapat mengamankan wasit.

Hingga Jumat (17/10) dini hari pukul 00.30, belum didapat keputusan terhadap pertadingan yang terhenti tersebut.

Menurut Panitia Disiplin PSSI Riau, Misbah Ibrahim, keputusan belum bisa diambil, karena memang Pandis harus mengetahui kejadian sebenarnya terlebih dahulu, dari saksi yang ada, karena memang rekaman visual tidak ada. (media-center)