Hadapi Porwil Sumatera 2015, PASI Riau Siapkan 20 Atlet

image

PEKANBARU-Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Riau siapkan 20 atlet atletik guna menghadapi Pekan Olahraga Wilayah Sumatera, 9-17 September 2015 di Bangka Belitung.

Pada Porwil Sumatera 2015, Pengprov PASI Riau menargetkan bisa meloloskan atlet sebanyak-banyak ke Pekan Olahraga Nasional 2016 di Jawa Barat. Porwil merupakan ajang seleksi untuk bisa lolos ke PON 2016 Jabar.

“Mulai dari sekarang kita sudah menyiapkan 20 atlet untuk Porwil. Mereka sudah menjalani latihan dan dalam waktu dekat akan melakukan pemusatan latihan,” ujar Wakil Ketua PASI Riau, Ridaswin, Kamis (8/1) di Pekanbaru.

Ridaswin menyebutkan dari 20 atlet yang dipersiapkan ada beberapa nama yang sudah melewati limit waktu PON 2016 Jabar sehingga hampir dipastikan bisa mendapatkan tiket.

Beberapa nama itu diantaranya, Taufik Nurrahman (cakram), Ernius (lari 800-1500 meter), Kristian L Tobing (jalan cepat), Hakma Lisauda (jalan cepat), Aldian (lembing), Sulastri (cakram), Yunita Sari (3.000-5.000 steeplechase), Mentari (gawang) dan Ni Putu Wijayanti (tolak peluru).

“Sementara beberapa nama lainnya seperti Gamase (3.000-5.000 steeplechase), Junaidi (Cakram), Dedi Hermawn (dasa lomba), Irzan (gawang), M Saputra (100, 200, 400 m), Gunawan (lompat jauh), Ariadi Hidayat (lompat tinggi), Indah Pratiwi (martil), Mariana (jalan cepat) dan Inneke (lompat tingg) sudah mendekati limit,” ujar anggota Binpres KONI Riau itu.

Ridaswin menjelaskan untuk cabor atletik di Porwil ini menggunakan sistim limit waktu supaya bisa lolos PON. Dengan demikian, catatan waktu atlet sangat menentukan kelolosan ke PON.

“Atletik adalah olahraga terukur sehingga untuk lolos menggunakan limit waktu. Dengan demikian, peraih emas di Porwil bisa saja tidak lolos PON jika seandainya catatan waktunya tidak memenuhi limit,” ujarnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap atlet yang sudah lolos limit supaya menjaga catatan waktunya di Porwil nanti. Sementara atlet yang sudah mendekati limit agar bisa meningkatkan limit waktunya hingga pelaksanaan Porwil mendatang.

“Secara matematis sudah ada sembilan atlet kita yang lolos PON. Namun demikian, mereka bisa gagal jika seandainya gagal meraih catatan waktu terbaiknya di Porwil. Begitu juga dengan atlet yang tidak memenuhi limit bisa lolos jika bisa meraih limit di pertandingan Porwil nanti,” jelasnya.(*)