Harus Ada Kemauan Politik Untuk Selesaikan Masalah Stadion Utama

image

KONI Riau mendukung olahraga menjadi salah satu pemantik pembangunan di Provinsi Riau. Ketua KONI Riau, H Emrizal Pakis, satu pemikiran dengan Ketua Komisi E DPRD Riau, H Masnur SH,  yang ingin kegiatan olahraga prestasi di daerah ini bergairah. Sebab, dengan memiliki hampir semua gelanggang olahraga (venue) yang bertaraf nasional dan internasional, tidak ada alasan Riau tak mampu melakukannya.

“Saya sangat setuju. Namun menurut saya, lokomotif semua kegiatan olahraga tersebut adalah Stadion Utama Riau. Harus ada keberanian dari pemerintah Provinsi Riau untuk menyelesaikan masalah yang hingga kini belum selesai. DPRD Riau harus mendukung Pemprov Riau untuk menyelesaikan agar lokomotif ini berjalan dan menarik gerbong yang lainnya,” ujar Emrizal Pakis.

Emrizal mengatakan hal tersebut dalam rapat kerja antara Komisi E DPRD Riau dengan Dispora Riau, KONI Riau, Bappeda Riau, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Pemkab Kampar dan KONI Kampar, dalam rangka penyusunan dan pengusulan APBD 2017 dan persiapan Pekan Olahrag Provinsi (Porprov) Riau 2017 di Kampar di Gedung DPRD Riau, Senin (5/4/2016).

Menurut Emrizal, selama ini sudah banyak tawaran dari berbagai induk cabang olahraga di Indonesia kepada Riau untuk menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan nasional (kejurnas). Namun karena tak ada anggaran, selalu ditolak. Untuk itu, harus adapolitical will dari pemerintah untuk berani menganggarkan di APBD, karena selain dana pusat, juga induk cabor meminta share dana dengan Pemprov Riau sebagai tuan rumah.

Namun, kata Emrizal, pada 20-22 April ini, PB PTMSI yang dipimpin putra Riau, Lukman Edy, akan menggelar Kejurnas Tenismeja. Lukman Edy sendiri sudah bertemu dengan dirinya, Senin, di kantor KONI Riau membahas tentang hal itu.

“Tetapi, yang paling utama adalah menyelesaikan dulu persoalan Stadion Utama Riau. Jika itu selesai, akan menarik gerbong ke cabang yang lain, karena Stadion Utama Riau adalah ikon olahraga Riau,” jelas Emrizal.

Lebih jauh dia menjelaskan, selain tawaran menggelar kejurnas berbagai cabor, Riau juga pernah ditawari beberapa klub asal Cina, juga Arsenal U-19 yang akan melakukan ujicoba di Stadion Utama. Namun karena masih bermasalah tersebut, pertandingan tersebut urung dilaksanakan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, beberapa anggota Komisi E DPRD Riau yang hadir selain Ketua Komisi E H Masnur adalah Markarius Anwar, Septina Primawati, Sugeng Pranoto, Magdalisni, dan yang lainnya. Dari Dispora Riau dihadiri Kadispora H Eddy Yusti dan Sanusi Anwar. Sedangkan dari KONI Riau selain Ketua Umum Emrizal Pakis, juga dihadiri Ketua I H Abdul Lapiz Manan, Ketua II H Asmawi Mukrie, Sekum H Darmansyah, Wakil Sekretaris Deni Ermanto, Kabid Binpres Sudarman Umar, dan pengurus lainnya. Sedangkan KONI Kampar dihadiri oleh Ketua KONI Kampar H Abdul Gafar.

Salah satu yang diputuskan dalam rapat tersebut adalah pengajuan dana hibah untuk KONI Riau 2017 sebesar Rp47,1 miliar. Jumlah ini sudah diverifikasi induk satuan kerja (satker) KONI Riau, yakni Dispora Provinsi Riau dari angka sebelumnya 62,8 m. Sebenarnya dana yang dikoreksi Dispora menjadi 57,1 m, namun karena Rp10 m yang dialokasikan untuk bantuan Porprov Riau 2017 dikeluarkan, maka dana hibah yang diajukan menjadi Rp47,1.

KONI Riau tak berhak memberi bantuan ke Porprov karena yang menjadi panitia adalah Pemkab Kampar, bukan KONI Kampar. Yang berhak mengeluarkan bantuan itu  adalah Pemprov Riau melalui Dispora.  Jumlah inilah yang nantinya akan diajukan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau untuk dibahas sebelum diputuskan berapa yang riil.***