Kesempatan Langka Timba Ilmu di Surabaya

Tidak ada komentar 254 views
Pebasket Riau

Pebasket Riau

 

 

Sepuluh pebasket muda Riau mendapat kesempatan menimba ilmu di Surabaya dalam program DBL Camp di Surabaya, Oktober 2014. Sebuah kesempatan langka dan harus dimanfaatkan untuk mendongkrak prestasi.

LIMA pemain putra dan lima pemain putri serta dua pelatih dinobatkan sebagai League DBL First Team Riau, Sabtu 8 Maret 2008 lalu di Gelanggang Remaja Pekanbaru. Mereka akan mengikuti DBL Camp di Surabaya, Oktober 2014 mendatang. Hanya dua pemain yang punya penga­laman tampil di DBL Camp tahun lalu, yakni Cindi Tania Napitupulu (SMAN 9 Pekanbaru) dan Dela Mariyani (SMAN 1 Telukkuantan). Pemain putri lainnya adalah Lusitania Lintang (SMA Santa Maria Pekanbaru), Yoria Yanfi Qarista (SMAN 1 Telukkuantan) dan sang most valuable player (MVP), Maria Septeana (SMA Dharma Loka Pekanbaru). Sementara untuk pelatih terpilih Delvin Afdian dari SMAN 1 Telukkuantan.

Sementara First Team putra, belum satu pun yang punya penga­laman di DBL Camp tahun lalu. Mereka adalah Elky Novriyadi dan sang MVP Iqbal Farid Deva Rezki dari SMAN 1 Pekanbaru. M Yudi Partogi Sinaga dan Danny Ray (SMA As-Shofa) dan center jangkung SMAN 2 Pekanbaru, M Randa Maris. Sedangkan pelatihnya adalah Abraham Bagaswara (SMAN 1 Pekanbaru).

“Jujur, saya masih kecewa gagal membawa tim saya lolos ke final. Bisa masuk First Team saya pikir itu sebuah keberuntungan. Kembali lagi menimba ilmu di DBL Camp merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujar Cindi yang tahun lalu terpilih sebagai MVP putri.

“Banyak ilmu yang baru di sana. Saya juga melihat bagaimana pemain terbaik berkumpul, jadi tahu harus terus mengasah kemam­puan. Selain itu, latihan di DBL Camp sangat berat dan disiplin, bahkan dari pagi hingga malam hari,” tuturnya.

Sementara sang MVP putri, Maria Septeana masih tak percaya bisa terpilih sebagai pemain terbaik dan masuk First Team. Untuk itu dia akan menyiapkan diri sebaik mungkin, baik dari segi teknik, fisik dan mental. Dia bertekad menunjukkan kemampuan di DBL Camp nanti. Apalagi dengan beban MVP yang disandangnya.

“Yang pasti saya akan mempersiapakan diri sebaik mungkin dari sekarang. Saya akan kerja keras agar bisa bersaing di DBL Camp nanti,” jelas Maria.

“Sebuah kebanggaan bagi saya bisa terpilih sebagai pelatih First Team. Namun itu tidak lengkap rasanya, karena tim saya tak bisa tampil maksimal di final dan kami kalah. Kalau boleh memil­ih, saya lebih memilih tim saya jadi juara,” komentar pelatih SMAN 1 Telukkuantan, Delvin Afdian.

Bagi sang MVP putra, Iqbal Farid, ini merupakan impian yang tertunda. Pasalnya tahun lalu, dia juga dalam performa hebat. Sayangnya dia hanya sebatas nominasi.

“Setelah gagal tahun lalu, saya bertekad harus ke Surabaya tahun ini. Saya kerja keras latihan, dan itu terwujud. Saya tidak hanya lolos ke Surabaya, terpilih sebagai MVP, dan sekolah saya juara. Sebuah kebanggaan besar bagi saya, orang tua dan tentunya sekolah,” ujar Iqbal.

“Saya sadar bakal banyak saingan di Surabaya. Pemain muda terbaik di Indonesia hadir di sana, demi satu tujuan masuk DBL All Star Indonesia yang belajar dan bertanding ke Amerika. Saya akan memanfaatkan momen berharga nanti untuk terus menimba ilmu basket,” ujar Iqbal lagi.

Senada dengan Iqbal, bintang As-Shofa, Danny Ray akan berusa­ha keras di DBL Camp nanti agar bisa tembus DBL All Star Indone­sia, dan mulai mempersiapkan diri dari sekarang.

“Saya menggali potensi lebih baik lagi. Saya ingin memperbai­ki kemampuan fundamental basket seperti dribel dan shooting. Intinya saya siap bersaing dengan pemain lainnya,” tuturnya.

Pelatih putra Abraham Bagaswara tak kalah senang dan banggan­ya bisa masuk sebagai First Team. Pasalnya baru tahun ini, dia menukangi SMAN 1 Pekanbaru, langsung jadi juara, dua pemainnya masuk First Team bersama dengan dirinya.

“Tahun ini penuh berkah bagi saya. Tim saya sukses revans atas As-Shofa, dan jadi juara untuk pertama kalinya di Honda DBL. Dua pemain saya masuk First Team. Siapa yang tidak senang dan bangga lolos ke Surabaya dan menimba ilmu dan dari pelatih kelas dunia,” jelas mantan pelatih SMAN 8 Pekanbaru itu.(p-6)