Rakor KONI di Kampar: Upaya Membangun Sinergitas dan Kekuatan Bersama

image

BANGKINANG– Agar terbangun sinergitas dan komunikasi yang baik dalam membina atlet, KONI Provinsi Riau mengadakan Rapat Koordinasi dengan KONI Kabupaten/Kota se Riau di Bangkinang, Kampar, 18-19 Desember 2015. Kegiatan ini diharapkan bisa membangun kekuatan dan kerjasama bagi Riau dalam menghadapi PON  di Jawa Barat, September 2016.

Selain dihadiri para utusan KONI kabupaten/kota, juga dihadiri seluruh pengurus KONI Riau mulai dari Ketua Umum H Emrizal Pakis, Wakil Ketua I H Zulkifli Saleh, Wakil Ketua II H Muhammad Lapiz Manan, Wakil Ketua III H Asmawie Mukri, Sekretaris Umum Darmansyah, Wakil Sekretaris Denni Ermanto, Ketua Bidang Media, Humas, dan Promosi H Dheni Kurnia, dan seluruh ketua bidang dan anggota lainnya.

Ada lima agenda dalam rapat ini. Yang pertama adalah paparan tentang persiapan Kampar sebagai tuan rumah Porprov IX tahun 2017; paparan hasil Musornas KONI Pusat di Jayapura; pemetaan cabor unggulan kabupaten/kota, laporan hasil Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera 2015 di Bangka Belitung; dan pemaparan tentang persiapan kontingen Riau menghadapi PON XIX 2016 di Jabar.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana H Edwar Sanger, dipilihnya Kampar sebagai tuan rumah tahun ini, karena Kampar akan menjadi tuan rumah Porprov 2017.  “Mereka ingin mendapat masukan dari KONI kabupaten/kota dan KONI Provinsi Riau untuk mematangkan persiapan mereka menjadi tuan rumah Porprov 2017,” ujar Sanger.

Ketua KONI Riau H Emrizal Pakis menjelaskan, rapat yang akan digelar setahun sekali dan diupayakan digilir ke kabupaten/kota ini diharapkan bisa menyerap aspirasi, pemikiran, membangun sinergitas dan komunikasi untuk menguatkan olahraga Riau. Sebab, kata Emrizal, jika hal-hal tersebut tidak terjalin dengan baik, maka prestasi yang akan didapat akan sulit.

“Masalah sinergitas, komunikasi, dan saling mendukung, adalah hal yang sangat penting dalam menciptakan iklim pembinaan olahraga dan meningkatkan prestasi atlet. Keberhasilan Riau membuat sejarah menjadi juara umum Porwil 2015 adalah hasil dari kebersamaan kita. Dan itu harus terus dijaga dan ditingkatkan,” jelas Emrizal.

Emrizal  menjelaskan lagi,  salah satu agenda rapat tersebut adalah pemetaan cabor unggulan kabupaten/kota. Ini harus dilakukan agar masing-masing daerah fokus pada cabang unggulan yang dibina dengan baik, tanpa melupakan cabang yang lainnya.

“Saya mencontohkan Bengkalis. Kabupaten ini juara umum dalam Porprov 2014 di Inhu. Selain berkuasa di banyak cabang, juga ada salah satu cabang yang berkembang di daerah ini tapi tak berkembang di daerah lain, yaitu anggar. Bengkalis telah melahirkan atlet anggar berprestasi di tingkat nasional, dan ini perlu kita bantu untuk menguatkannya demi prestasi Riau,” jelas Emrizal lagi.

Emrizal juga mengatakan, persiapan atlet Riau menghadapi PON Jabar juga harus dilakukan dengan matang dan penuh perhitungan, termasuk bagaimana memaksimalkan peran daerah di dalamnya.

“Misalnya salah satu cabang andalan kita di tingkat nasional, yakni dayung. Kami meminta Kabupaten Kampar mau menjadi bapak angkat saat persiapan nanti. Ini bukan melepaskan tanggung jawab, tetapi memberikan kesempat daerah untuk ikut bersinergi di dalamnya,” ujar Emrizal.

Cabang dayung rencananya memang akan melakukan pemusatan latihan di Danau PLTA Kotopanjang. Lokasi ini dipilih, selain membiasakan diri latihan di venue yang standar seperti PON Jabar (yang akan menggunakan Waduk Jatiluhur di Purwakarta sebagai arena pertandingan), juga lebih efektif karena jaraknya dengan Pekanbaru lebih dekat dibanding di Kuantan Singingi.

Keinginan Emrizal ini disambut baik oleh Bupati Kampar H Jefry Noer. Dalam acara pembukaan, Jefry setuju Kampar menjadi bapak angkat cabang dayung yang akan berlatih di PLTA Koto Panjang. “Saya menerima dan setuju Kampar sebagai bapak angkat cabang dayung untuk persiapan ke PON Jabar,” ujar Jefry.

Lebih lanjut Jefry memberi masukan kepada KONI kabupaten/kota maupun KONI Provinsi Riau agar menekankan pembinaan kepada cabor perorangan. Selain lebih mudah, lebih efektif, juga bisa memberikan medali yang banyak dalam iven pesta olahraga. Dia mencontohkan olahraga karate, renang, silat dan sebagainya.

“Kalau orientasinya prestasi, binalah cabang olahraga perorangan tanpa mengabaikan olahraga beregu seperti sepakbola atai bolavoli sebagai olahraga rakyat,” ujar Jefry.

Jefry juga meminta KONI Riau maupun KONI daerah terus melakukan pembinaan olahraga berbasis anak-anak tempatan, baik di masing-masing daerah maupun KONI. Menurutnya, membeli atlet dari provinsi lain dalam percaturan olahraga amatir, menjelaskan bahwa kita tak mampu membina dan hanya melakukan hal instan.

Di bagian lain, Jefry juga menjelaskan tentang progres Kampar sebagai tuan rumah Porprov 2017. Menurutnya, pihaknya telah menyediakan anggaran besar, tetapi juga tetap meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk share dana dalam persiapannya.

“Karena ini helat provinsi, maka kami meminta provinsi juga turut aktif dalam membantu pendanaan maupun pemikiran,” kata Jefry yang malam itu memaksakan diri hadir untuk membuka acara, mesk dalam keadaan kurang sehat.

Yang terakhir, Jefry mengucapkan terima kasih karena Kampar sudah ditunjuk untuk menjadi tempat pelaksanaan Rakor KONI Riau dengan KONI kabupaten/kota. “Saya meminta KONI Kampar banyak belajar dari acara ini agar olahraga Kampar teruse meningkat,” jelas Jefry.***