Tampil di PON Remaja, Judo Riau Ingin Mengubah Perak Jadi Emas

PEKANBARU – Setiap atlet dicabang olahraga apapun pasti ingin meraih prestasi yang gemilaang saat mengikuti kejuaraan. Begitu pula dengan atlet judo Riau yang diharapkan mempu menyumbangkan medali emas pada ajang multi iven Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I tahun 2014 9-15 Desember di Surabaya Jawa Timur.

Bukan hanya sekedar keinginan, cabang olahraga judo memiliki catatan yang cukup baik untuk dijadikan dasar meraih medali emas nantinya.

Ya, atlet judo Riau sebelumnya berhasil meraih dua medali perak pada kualifikasi PON Remaja di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Hasil dua medali perak inilah yang nantinya diharapkan menelurkan medali emas.

“Hasil dua medali perak tersebut mudah-mudahan bisa menjadi medali emas. Mohon doanya,” harap Sekertaris Umum (Seku) Persajuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Provinsi Riau, Yudesmon.

Pada PON Remaja pertama ini judo Riau menurunkan empat atlet terbaiknya. Yakni, Arif Wahyudi kelas -55 kg, Panjil Alfaridz kelas -66 kg, Afrianto kelas -81 kg dan Anisa Widya Wiratami kelas -63 kg. Sedangkan atlet yang memiliki peluang untuk mendapat medali emas tersebut yakni, Afrianto dan Nisa.

“Pada Kualifikasi PON Remaja kita kirimkan lima atlet dan yang lolos untuk PON Remaja hanya empat atlet. Sehinga pada PON Remaja ini kita turunkan 4 atlet sesuai dengan kualifikasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Yudesmon, untuk mendapatkan medali emas bukan perkara mudah. Atlet Riau masih harus bersaing keras dengan lawan-lawan berat mereka. Misalnya saja atlet dari Provinsi Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta dan atlet tuan rumah Jawa Timur.

“Masih harus berjuang. Mudah-mudahan atlet kita siap bersaing secara maksimal meskipun akan banyak lawan berat yang harus dikalahkan,” lanjutnya.

Untuk meraih yang diharapkan, judo juga tidak hanya berdiam diri. Selama satu bulan penuh, empat atletnya yang mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) terus melakukan latihan rutin secara maksimal.

“Sebelum pelatda, atlet  latihan rutin seperti biasa. Kemudian memasuki Platda dalam satu bulan menjelang pertandingan atlet secara maksimal latihan dalam seharinya hingga tiga kali,” sembungnya.

Bukan tanpa ganjalan, dalam proses persiapan tersebut menurutnya masih ada kendala-kendala yang dikhawatirkan. ” Ya, kita juga sempat ada kendala. Kekhawatiran kita dengan asupan untuk atlet. Karena harus ada beberapa penyesuaian,” jelasnya.

Meski berat cabang olahraga judo memiliki keoptimisan tinggi untuk bisa menunjukan prestasi bagi bumi lancang kuning. “Yang terpenting atlet kita bisa tampil maksimal dan tentunya kita sama-sama berdoa supaya prestasi yang ingin kita capai menuai hasil yang baik,” tutupnya. (Dani)